Kadang gue suka berpikir sendiri aja dengan semua hal yang ada di dunia ini.
Gue ga ngerti dengan keadaan sosial yang ada di Indonesia yang selalu mengharuskan ini, dan itu khususnya kepada kaum muda, kaya gue. Tertekan? Sedikit. Kurang lebihnya tertekan karena orang terdekat kita juga melakukan hal yang sungguh kita tidak sukai.
Banyak sosial kita yang sangat bangga jika anak mudanya a.k perawan menikah muda dan sebaliknya untuk orang yang katanya udah seharusnya sudah menikah, tapi belum malah diolok-olok, diseudzonin, diberi cap yang ngga baik-baik. Pengen deh gue ubah pola pikir mereka, tapi apalah daya gue cuma kaum minoritas, yang tentu saja akan kalah dengan budaya yang sudah dilaksanakan sejak jaman baheula.
Ketika seseorang itu di atas 25 tahun dan belum menikah, selalu saja dikaitkan dengan segala obsesi yang katanya belum terpenuhi. Ya, ga salah sih, tapi ga benar juga. Mereka kan gatau kehidupan seperti apa yang sudah dilewati orang tersebut, mereka ga hidup dengan orang ini selama 24 jam! Orangtua sendiri saja terkadang belum bisa memahami sifat anaknya sendiri, it's true! Nah ini, so so an ngerti masalah hidup orang, ngatur-ngatur orang harus seperti apa yang dia pengen, yang dia tau. Hey gabisa gitu. Kalian egois!
Cobalah sekali-kali kalian pikirin perasaan orang itu, posisikanlah kalian di tempat orang itu. Ga enak cuy!
Please, kalian tidak bisakah membawa suatu pembicaraan yang tidak harus menyinggung keadaan orang lain. Orang yang kalian jadikan objek pembahasan itu bukan berarti dia tidak melakukan apa-apa untuk hidupnya. Percayalah, dia pun sedang berusaha. Tapi terkadang dengan tekanan-tekanan kalianlah semangat berusaha itu pun lama kelamaan tergerus oleh rasa insecure yang tanpa kalian sadar, kalianlah sumber utama dari hal tersebut. Tidak terasakan oleh kalian? Pasti. Itulah kenapa banyak yang selalu berucap, lidahmu adalah hariamumu, lidah itu bagaikan silet tanpa penyangga, bisa menyayat tanpa dikendalikan.
Coba deh kalian lihat sisi lain dari orang itu, jangan cuma soal dia belum nikah atau udahnya. Coba kalian perhatikan, dibalik sosok orang yang belum menikah ini dia rela bekerja sangat giat untuk keluarganya, sangat penyayang terutama pada orang-orang terdekatnya, dan lagi dia pintar untuk menyenangkan dirinya sendiri. Dan yang sering banget kalian tidak sadari, orang yang belum menikah ini biasanya orang yang selalu ada, jadi garda terdepan ketika kalian sedang merasa tidak berguna, saat membutuhkan teman. Tapi kalian tidak melihat itu, kenapa?
Tolong jelaskan kenapa kita yang belum menikah ini salah dimata kalian? Sebegitu burukkah jika belum menikah. Tidak ada istilahnya telat menikah, yang ada di masyarakat kita ini terlalu banyak ikut campur dalam masalah orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar