Aku ingin menempatkan koma di dalam hidupku. Yang sekarang sudah bercampur dengan berbagai macam angka. Dunia yang penuh perhitungan ini selalu mengulurkan tangannya, penuh dengan rasa perhatian, tidak terduga. Sesaat aku tak ingin memegangnya, tapi aku takut tangan ini hampa. Aku mencoba berlari memaksakan diri untuk terus melangkah. Namun saat itu di depanku selalu kutemui tebing, nan tinggi. Aku tertahan, entah sejak kapan. Aku berhenti, seolah dunia ini baik-baik saja.
Kini
di belakangku sudah berbaris harapan-harapan dengan dipenuhi darah-darahnya. Semua
harapan itu berbaris di belakang punggungku. Berpura-pura mendukung kemudian
mendorongku. Menyisakan kesedihan bagi semesta yang tak sempat mengulurkan
tangannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar