Rabu, 23 September 2020

Isi kepala.

Kadang gue suka berpikir sendiri aja dengan semua hal yang ada di dunia ini. 

Gue ga ngerti dengan keadaan sosial yang ada di Indonesia yang selalu mengharuskan ini, dan itu khususnya kepada kaum muda, kaya gue. Tertekan? Sedikit. Kurang lebihnya tertekan karena orang terdekat kita juga melakukan hal yang sungguh kita tidak sukai.

Banyak sosial kita yang sangat bangga jika anak mudanya a.k perawan menikah muda dan sebaliknya untuk orang yang katanya udah seharusnya sudah menikah, tapi belum malah diolok-olok, diseudzonin, diberi cap yang ngga baik-baik. Pengen deh gue ubah pola pikir mereka, tapi apalah daya gue cuma kaum minoritas, yang tentu saja akan kalah dengan budaya yang sudah dilaksanakan sejak jaman baheula.

Ketika seseorang itu di atas 25 tahun dan belum menikah, selalu saja dikaitkan dengan segala obsesi yang katanya belum terpenuhi. Ya, ga salah sih, tapi ga benar juga. Mereka kan gatau kehidupan seperti apa yang sudah dilewati orang tersebut, mereka ga hidup dengan orang ini selama 24 jam! Orangtua sendiri saja terkadang belum bisa memahami sifat anaknya sendiri, it's true! Nah ini, so so an ngerti masalah hidup orang, ngatur-ngatur orang harus seperti apa yang dia pengen, yang dia tau. Hey gabisa gitu. Kalian egois! 

Cobalah sekali-kali kalian pikirin perasaan orang itu, posisikanlah kalian di tempat orang itu. Ga enak cuy!

Please, kalian tidak bisakah membawa suatu pembicaraan yang tidak harus menyinggung keadaan orang lain. Orang yang kalian jadikan objek pembahasan itu bukan berarti dia tidak melakukan apa-apa untuk hidupnya. Percayalah, dia pun sedang berusaha. Tapi terkadang dengan tekanan-tekanan kalianlah semangat berusaha itu pun lama kelamaan tergerus oleh rasa insecure yang tanpa kalian sadar, kalianlah sumber utama dari hal tersebut. Tidak terasakan oleh kalian? Pasti. Itulah kenapa banyak yang selalu berucap, lidahmu adalah hariamumu, lidah itu bagaikan silet tanpa penyangga, bisa menyayat tanpa dikendalikan.

Coba deh kalian lihat sisi lain dari orang itu, jangan cuma soal dia belum nikah atau udahnya. Coba kalian perhatikan, dibalik sosok orang yang belum menikah ini dia rela bekerja sangat giat untuk keluarganya, sangat penyayang terutama pada orang-orang terdekatnya, dan lagi dia pintar untuk menyenangkan dirinya sendiri. Dan yang sering banget kalian tidak sadari, orang yang belum menikah ini biasanya orang yang selalu ada, jadi garda terdepan ketika kalian sedang merasa tidak berguna, saat membutuhkan teman. Tapi kalian tidak melihat itu, kenapa?

Tolong jelaskan kenapa kita yang belum menikah ini salah dimata kalian? Sebegitu burukkah jika belum menikah. Tidak ada istilahnya telat menikah, yang ada di masyarakat kita ini terlalu banyak ikut campur dalam masalah orang lain.

Minggu, 23 Juni 2019

Feel Like, Hmm ....



Aku ingin menempatkan koma di dalam hidupku. Yang sekarang sudah bercampur dengan berbagai macam angka. Dunia yang penuh perhitungan ini selalu mengulurkan tangannya, penuh dengan rasa perhatian, tidak terduga. Sesaat aku tak ingin memegangnya, tapi aku takut tangan ini hampa. Aku mencoba berlari memaksakan diri untuk terus melangkah. Namun saat itu di depanku selalu kutemui tebing, nan tinggi. Aku tertahan, entah sejak kapan. Aku berhenti, seolah dunia ini baik-baik saja.
Kini di belakangku sudah berbaris harapan-harapan dengan dipenuhi darah-darahnya. Semua harapan itu berbaris di belakang punggungku. Berpura-pura mendukung kemudian mendorongku. Menyisakan kesedihan bagi semesta yang tak sempat mengulurkan tangannya.

Choose you want.



Di dunia ini ada tiga jenis manusia, menurut gue. Diantaranya manusia pengertian, manusia yang sekedar ingin tahu, dan manusia yang sebodo amat.

-    Si Pengertian akan bertanya jika salah satu temannya mendadak hilang, setelah ia tahu alasannya ia dengan sendirinya akan memberikanmu berbagai macam “kata mutiara/motivasi” ataupun “solusi” dan tidak menuntut penjelasan lebih. Ia hargai waktu sendirimu.
-    Si ingin tahu (kepo) ketika temannya hilang dengan gesitnya ia akan mencari dan menggali.  Lalu saat sudah ketemu dan tahu alasannya, ia tidak ada bedanya seperti “kentut”. Kalo sudah tahu lega di dianya, tinggal kasih tahu yang lain, mana pernah ngasih solusi, bisanya mangut-mangut aja. Bagaikan l*mbe tur*h, jadi bahan gosip.
-  Si bodoamatan, prinsip yang dipegang teguh olehnya hanya satu kalimat “urusanku biar jadi urusanku, urusanmu mana harus aku urus”. “Selagi gue hidup baik-baik aja dan elo ga ngusik, gue gaakan ngusik hidup lo juga, aman.” Dia hanya tunggu timing. Kalo orang itu mau cerita ya, syukur, didengarkan, dipahami. Kalo engga ya, ga bikin hidup dia berubah juga. Biasanya ia merupakan manusia langka jaman sekarang ini, tetapi selalu paling terbaik jika mencarikan solusi.
Pada dasarnya manusia bisa memilih mau jadi manusia seperti apa saat ini. Canggih! Satu ketikannya saja bisa merubah suasana hati bahkan hidup seseorang. Tapi terlbeih itu, ada yang harus kamu ingat dan pahami, bahwa sesuatu yang kamu tanam maka itulah yang akan kamu petik.
Bukankah alangkah baiknya jika esok hari kita menuai banyak kebaikan?
Semua orang punya caranya masing-masing dalam menata hidupnya. Jangan berlebihan menghakimi, ingat, kamu bukan Tuhan. Kita sama dimata-Nya.

Sekian.
Salam hangat dariku, Dinda. Hahaha

Sabtu, 22 Juni 2019

Semesta & caranya




Ketika harapanmu dipatahkan oleh orang-orang terdekatmu bahkan keluargamu.
Kau hanya perlu memegang erat hatimu
Memeluk ragamu agar senantiasa tidak jatuh
Percayalah, semesta pun tahu apa yang harus diperbuatnya.
Jika bukan yang terbaik, maka itu bukan akhirnya.
                                                                                                            -DM-

Jauh.


Kau selalu menatapnya dari kejauhan, sehingga dia tak pernah sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya.
Kau tak pernah memberi isyarat padanya, hingga dia tak pernah tau isi hatimu sesungguhnya. Dia bukan peramal.
Dan pada akhirnya dia akan pergi dengan yang lain. Jangan menyesal. Jangan menyalahi. Usahamu tak cukup, sabarmu yang kurang. Tak perlu ditangisi, kau tak rapuh hanya patah sebagian. Itupun menurut hatimu bukan logikamu. Berbahagialah, maka kau akan selalu merasa bahagia.

-DM-

Intensitas





Malamku bersama dengan terangnya cahaya lampu yang temaram
Menerangi setiap jalann doaku
Membawakan untaian-untaian rindu
Agar kelak menemani disetiap malammu

-DM-

Selasa, 09 Mei 2017

Hadiah Terbaik!

Sinar matahari memancarkan cahaya kehangatan
Seluruh cahaya biru
di bawah langit yang lembut
Aku telah menemukan kalian
di dunia ini!
mari kita tetap bersama,
walaupun dunia ini berat nyatanya
kita seperti pena dan notebook
penuh dengan ruang kosong
karena hari-hari biasa itu
akan jadi kenangan 
untuk hari esok!
-DM-

Sabtu, 06 Mei 2017

Matahari Kedua

Seperti janji matahari di langit senja
Walaupun sempat menghilang beberapa saat,
Walaupun sempat membuat gelap sekeliling,
Namun, Kedatangannya untuk menyinari bagian tergelap itu pasti
Seperti kebahagiaan baru yang datang
dalam kehidupan kedua matahari kembar tersebut.
-2015-

Isi kepala.

Kadang gue suka berpikir sendiri aja dengan semua hal yang ada di dunia ini.  Gue ga ngerti dengan keadaan sosial yang ada di Indonesia yang...