Minggu, 23 Juni 2019

Feel Like, Hmm ....



Aku ingin menempatkan koma di dalam hidupku. Yang sekarang sudah bercampur dengan berbagai macam angka. Dunia yang penuh perhitungan ini selalu mengulurkan tangannya, penuh dengan rasa perhatian, tidak terduga. Sesaat aku tak ingin memegangnya, tapi aku takut tangan ini hampa. Aku mencoba berlari memaksakan diri untuk terus melangkah. Namun saat itu di depanku selalu kutemui tebing, nan tinggi. Aku tertahan, entah sejak kapan. Aku berhenti, seolah dunia ini baik-baik saja.
Kini di belakangku sudah berbaris harapan-harapan dengan dipenuhi darah-darahnya. Semua harapan itu berbaris di belakang punggungku. Berpura-pura mendukung kemudian mendorongku. Menyisakan kesedihan bagi semesta yang tak sempat mengulurkan tangannya.

Choose you want.



Di dunia ini ada tiga jenis manusia, menurut gue. Diantaranya manusia pengertian, manusia yang sekedar ingin tahu, dan manusia yang sebodo amat.

-    Si Pengertian akan bertanya jika salah satu temannya mendadak hilang, setelah ia tahu alasannya ia dengan sendirinya akan memberikanmu berbagai macam “kata mutiara/motivasi” ataupun “solusi” dan tidak menuntut penjelasan lebih. Ia hargai waktu sendirimu.
-    Si ingin tahu (kepo) ketika temannya hilang dengan gesitnya ia akan mencari dan menggali.  Lalu saat sudah ketemu dan tahu alasannya, ia tidak ada bedanya seperti “kentut”. Kalo sudah tahu lega di dianya, tinggal kasih tahu yang lain, mana pernah ngasih solusi, bisanya mangut-mangut aja. Bagaikan l*mbe tur*h, jadi bahan gosip.
-  Si bodoamatan, prinsip yang dipegang teguh olehnya hanya satu kalimat “urusanku biar jadi urusanku, urusanmu mana harus aku urus”. “Selagi gue hidup baik-baik aja dan elo ga ngusik, gue gaakan ngusik hidup lo juga, aman.” Dia hanya tunggu timing. Kalo orang itu mau cerita ya, syukur, didengarkan, dipahami. Kalo engga ya, ga bikin hidup dia berubah juga. Biasanya ia merupakan manusia langka jaman sekarang ini, tetapi selalu paling terbaik jika mencarikan solusi.
Pada dasarnya manusia bisa memilih mau jadi manusia seperti apa saat ini. Canggih! Satu ketikannya saja bisa merubah suasana hati bahkan hidup seseorang. Tapi terlbeih itu, ada yang harus kamu ingat dan pahami, bahwa sesuatu yang kamu tanam maka itulah yang akan kamu petik.
Bukankah alangkah baiknya jika esok hari kita menuai banyak kebaikan?
Semua orang punya caranya masing-masing dalam menata hidupnya. Jangan berlebihan menghakimi, ingat, kamu bukan Tuhan. Kita sama dimata-Nya.

Sekian.
Salam hangat dariku, Dinda. Hahaha

Sabtu, 22 Juni 2019

Semesta & caranya




Ketika harapanmu dipatahkan oleh orang-orang terdekatmu bahkan keluargamu.
Kau hanya perlu memegang erat hatimu
Memeluk ragamu agar senantiasa tidak jatuh
Percayalah, semesta pun tahu apa yang harus diperbuatnya.
Jika bukan yang terbaik, maka itu bukan akhirnya.
                                                                                                            -DM-

Jauh.


Kau selalu menatapnya dari kejauhan, sehingga dia tak pernah sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya.
Kau tak pernah memberi isyarat padanya, hingga dia tak pernah tau isi hatimu sesungguhnya. Dia bukan peramal.
Dan pada akhirnya dia akan pergi dengan yang lain. Jangan menyesal. Jangan menyalahi. Usahamu tak cukup, sabarmu yang kurang. Tak perlu ditangisi, kau tak rapuh hanya patah sebagian. Itupun menurut hatimu bukan logikamu. Berbahagialah, maka kau akan selalu merasa bahagia.

-DM-

Intensitas





Malamku bersama dengan terangnya cahaya lampu yang temaram
Menerangi setiap jalann doaku
Membawakan untaian-untaian rindu
Agar kelak menemani disetiap malammu

-DM-

Isi kepala.

Kadang gue suka berpikir sendiri aja dengan semua hal yang ada di dunia ini.  Gue ga ngerti dengan keadaan sosial yang ada di Indonesia yang...